Elegi

Ketika datang bermakna hanya untuk berkunjung.

Ketika sapa hanya berbalas senyum.

Ketika temu hanya untuk mengingat

Apa yang dapat ku-ucap?

Ketika mimpi diharap menjadi nyata

Ketika rencana selalu menjadi wacana

Ketika masalalu kembali menyelimuti kepala

Apa yang dapat ku wujudkan?

Dan lagi; kembali menyiksa diri dengan diam-diam mengunjungi kenangan melalui hujan. Kembali membiarkan waktu melesat hanya untuk mengingat. Terjebak diantara sunyi dan redup dalam kesendirian. Seperti hanya sanggup meluapkan emosi dengan berteriak. Namun, tak ada seorangpun yang dapat mendengarnya.

Dimana semesta saat aku membutuhkannya? Hanya ada luka yang menampar muka. Langit seakan memintaku tuk tetap sendiri. Dunia rasa aku pantas mendapatkannya. Sehingga jiwaku pun memilih tuk tetap diam. Meski kutau, aku bisa saja menentang.

Lagi-lagi, merasa kehilangan. 

Kehilangan kisah yang telah memberi warna —dalam sejarah. 

Diterbitkan oleh Ananda Shafa

semua yang ditulis disini, tidak melulu tentang saya

2 tanggapan untuk “Elegi

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai