Pamit

Sore ini, ku nikmati tenang yang teramat sangat.Ku rasakan senyap, hangat. Menikmati senja di ufuk barat. Menitipkan rindu yang mungkin tak bisa kau lihat.

Teruntuk kamu, dan waktu yang telah semakin debu. Aku pamit dengan perasaan yang semakin rumit. Mencoba tuk menganggap semua sebagai angin lalu. Sebelum luka ini menjadi semakin sengit.

Tapi jangan khawatir, ada satu senjata yang selalu menguatkanku; Doa. Yang berisi harapan —semoga kau baik-baik saja dan tetap bahagia. Kau tak perlu pikirkan perasaanku bagaimana. Tentu saja sedang berduka.

Biarkan waktu yang tentukan, kapan hati ini kembali pulih. Biarkan waktu terus berdetak untuk mengobati hati yang retak. Maafkan aku yang pernah menyakitimu. Maafkan aku yang pernah mengecewakanmu. Maafkan aku yang selalu merepotkanmu. Semoga pamitku tidak menjadi pengganggu dalam cerita barumu.

Diterbitkan oleh Ananda Shafa

semua yang ditulis disini, tidak melulu tentang saya

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai