Salam Negeriku

Salam air mata, negeri cinta

Aku memeluk merah putihku
Berdiri disini
Ku tulis setiap cerita yang menusuk cakrawala abu.
Yang akan selalu kubaca, tanpa bosannya.

Ku latih diriku tuk bersabar
Menyaksikan jutaan jiwa menikmati lelah
Mereka makan lapar, mereka minum haus
Tapi apa mereka suka?
Jangan ditanya. Berpikirlah!

Aku masih memeluk merah putih.
Menatap para idola favorit yang khalayak ramai di bidang sosial
Ya, mereka yang mengenakan baju rapi dan dasi itu.
Mereka yang mencari nurani dibalik kursi
Tertidur saat diskusi?
Mereka bukan malas
Mungkin mereka lelah
Tapi, kata-kata cerdik dari mereka kini hampir angin
Hingga aku bertanya tanya, apakah mereka tahu dimana menempatkan Tuhan dan rakyat dalam diskusi diskusi itu?

Hai tuan,
Bisakah kau istirahat dari perseteruan karena waktu telah semakin debu?
Kota kota telah berteriak parau MERDEKA!
kalian bisa beristirahat di kasur empuk itu,
kalian bisa jalan jalan dikala kalian ingin.
Meski itu dengan separuh uang kami.

Masih kupeluk merah putihku, berdiri disini
Oh tuan
Kami punya hati punya akal
Dan dari hati yang khusyuk ini
Ada mutiara yang bercahaya
Tapi ayat ayat telah dibakar dalam tanah air yang api
Mereka menangis, air mata nya menjelma curah hujan di pekarangan negeri

Dan terakhir, aku masih memeluk merah putihku
Berdiri disini
Diatas tanah
Negeri cinta.

Salam cinta negeri air mata
Salam air mata negeri cinta

Sebuah pesan

Tulisan ini didedikasikan untuk seorang yang aku anggap berharga—

Halo!
Sebenarnya, aku hanya ingin mengingatkan;
mungkin kamu sedang menganggap jika semesta begitu tidak adil padamu.
Tapi tahukah kamu? Jika hidup memang seperti itu.
Ada kalanya kita berada di titik terendah dalam hidup, ujian dan cobaan bertubi-tubi menimpa jiwamu.
Mungkin netramu seringkali mendapat aliran air yang tak bisa kau bendung, tak apa—kamu akan baik-baik saja.
Perihal insan yang datang dan pergi sesuka mereka—biarlah menjadi urusannya.
Juga perihal insan yang mengetahuimu tapi tidak mengenalmu—biarlah seperti itu.
Dan perihal insan egois katamu yang masih ku ingat —doakan sajalah, semoga mereka bertaubat

Kamu hanya perlu mengingat—ada jiwa yang ikut bersedih kala jiwamu meredup, meski kamu tak mengetahuinya.

Mungkin tulisan ini tak berarti besar untuk jiwa-jiwa kecil di luar sana. Tapi ini berarti besar bagiku—bagaimana tidak? Seseorang yang berharga bagiku sedang bersedih.

Angkat kepalamu —katakan pada semesta bahwa kamu bisa menghadapi semuanya. Jangan biarkan mahkota indahmu jatuh!. Percaya dan yakinlah, masa depan kita, harus lebih indah.

Dan ingat, tulisan ini sebagai penyemangat, karena aku masih tak tahu apakah akan tetap tinggal atau pergi. Jika aku tetap tinggal, aku ada disini untukmu, namun jika aku telah pergi, ingatlah selalu; tulisan ini untukmu.

Tertanda,
—nndshfnrfz

LOGOPHILE

Sebagai anak manusia, kadang kita membutuhkan selingan. Jeda. Rehat sejenak dari segala hal yang memekakkan pikiran. Mungkin cara kalian berbeda. Namun ini caraku. Mengungkapkan semua apa yang ada di dalam pikiran. Menyukai kata-kata indah dalam sebuah rangkaian. Menenangkan jiwa dari kebisingan. Berbicara langsung agar tak dinilai dari penampilan. Berusaha menjadi baik, bukan untuk dipandang baik. Berbagi hal positif agar terhindar dari hal negatif. Dan di blog ini, saya ingin mencurahkan; isi pikiran, pengalaman, —atau mungkin perasaan. Semoga menemukan sesuatu yang bermanfaat. Semoga terinspirasi. Terima kasih.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai